Connect with us

Oh! Media

Bagi Harapan Palsu Boleh Jadi Munafik? Ini Penjelasan Dari Sudut Islam

Oh! Islam

Bagi Harapan Palsu Boleh Jadi Munafik? Ini Penjelasan Dari Sudut Islam

Era kini kita sering dijaja dengan janji-janji manis dan harapan palsu oleh individu lain. Tapi agaknya pemberi harapan palsu boleh jatuh hukum sebagai seorang yang munafik?

ADVERTISEMENT

BACA: Benarkah Selawat Merupakan Satu-Satunya Amalan Tidak Ditolak?

Oleh itu, kali ini Oh! Media akan kongsi penjelasan mengenai pertanyaan tersebut berdasarkan laporan Harapan Pagi.

Janji palsu

hukum pemberi harapan palsu

Memberi harapan palsu atau mungkir janji boleh membawa akibat buruk jika dilakukan oleh seseorang kerana boleh dikaitkan dengan kepentingan dan juga nasib pihak yang lain. Allah SWT juga berfirman:

hukum pemberi harapan palsu

Ayat ini menunjukkan perintah yang sangat jelas. Harapan palsu memberi akibat yang buruk terhadap orang yang tak memenuhi janji. Dalam satu hadits dari Ali bin Abi Thalib disebutkan bahwa Rasulullah SAW mengingatkan tentang laknat Allah, malaikat dan seluruh manusia.

Barang siapa yang mengkhianati seorang muslim, maka laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia ke atasnya, tidak akan diterima balasan atau balasan dari-Nya.

Jadi jangan saja-saja beri harapan palsu buat orang lain ya.

Kredit: Harapan Pagi

+ Baca respon pembaca di Facebook dan Telegram Oh! Media

Lagi dalam kategori Oh! Islam

30 Hari Paling Trending

Ke Atas